Kementerian Pertanian Targetkan 1 Juta Petani Milenial demi Turunkan Angka Kemiskinan dan Urbanisasi

JAKARTA, KOMPAS.TVProgram Petani Milenial dinilai bisa menurunkan angka kemiskinan dan urbanisasi. Hal itu disampaikan langsung oleh Septriana Tangkary, Direktur Informasi dan Komunikasi Pereknomian dan Maritim (IKPM) Kemkominfo.

 

"Saya kira (program) ini bisa membuka lapangan pekerjaan. Khusus di masyarakat pedesaan sehingga diharapkan juga program ini menurunkan angka kemiskinan dan urbanisasi," jelas Septriana ketika mengisi Creativetalks Pojok Literasi: Jadi Petani Milenial di Era Digital Kuy, Senin (05/04/2021).

 

Tujuan khusus program tersebut diadakan untuk mendorong regenerasi petani Indonesia dengan cara menumbuhkan wirausaha di bidang pertanian.

 

Kementerian Pertanian (Kementan) menarget sebanyak 1 juta milenial diharapkan menjadi petani.

 

Septriana melanjutkan, generasi milenial tengah naik daun karena dianggap memiliki jiwa yang adaptif dalam memahami digitalisasi.

 

"Atas dasar itu Kementan memiliki target tersebut. 1 juta petani milenial ikut tergabung dalam 40.000 kelompok. Satu daerah bisa menunjuk milenial-milenialnya," ujarnya.

 

Lebih lanjut, generasi milenial dinilai sebagai dongkrak utama atas sumber daya manusia (SDM).

 

Sementara itu dalam acara pelepasan ekspor, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy, mengungkapkan petani merupakan kelompok yang rentan jatuh miskin akibat pandemi.

 

"Kita tahu bahwa di sektor paling hulu dari semua produk pertanian adalah berasal dari petani. Ketika terjadi bencana alam maupun nonalam seperti wabah Covid-19 ini, maka yang paling mudah jatuh menjadi orang miskin adalah para petani," ujarnya.

 

Kehidupan petani selama pandemi Covid-19, jelas Muhadjir, semakin tertekan dan dalam keterbatasan.

 

Terlebih petani di Indonesia merupakan kelompok sensitif yang terkena dampak pandemi Covid-19.

 

Di sisi lain, pemerintah juga mendorong dan mendukung ekspor komoditas pertanian Indonsia ke mancanegara.

 

Semakin banyak nilai ekspor, jelas Muhadjir, kesejahteraan petani semakin meningkat.