Kementan Bagi-bagi 1 Juta Ekor Ayam ke Petani Miskin di Jawa

Kementerian Pertanian (Kementan) akan membagikan bantuan berupa satu juta ekor ayam kepada masyarakat terdampak wabah virus corona di Pulau Jawa.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangan) Kementan Muhammad Syakir menyebut bantuan yang menelan anggaran sebesar Rp42,87 miliar tersebut merupakan bagian dari program refocusing yang diinstruksikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Bantuan 1 juta ekor ayam yang nilainya kurang lebih Rp42,87 miliar ini akan diberikan kepada 40 ribu RT di 16 Kabupaten di pulau Jawa," ucapnya pada Senin (27/4).


Katanya, penerima bantuan akan diverifikasi berdasarkan database badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (SDMP) dan diutamakan untuk petani dan peternak miskin yang terdampak wabah virus corona.

Ia menambahkan, setiap RT akan mendapatkan bantuan 25 ekor ayam lokal berserta pakan dan kandangnya. "Pemeliharaan selama 2 setengah bulan sudah bisa dijual untuk menambah penghasilan mereka," katanya.

Setelah Pulau Jawa, ia menyebut bantuan untuk provinsi lainnya akan menyusul.

Selain itu, Syakir menyebut bantuan lainnya diberikan dalam bentuk unit percontohan budidaya aneka tanaman untuk produk jamu. Bantuan senilai Rp12,88 miliar ini akan disalurkan kepada 514 Kabupaten/Kota di 33 Provinsi.

Dana senilai Rp3,67 miliar juga akan dikucurkan lewat pengadaan hand sanitizer, masker, obat-obatan, dan produksi bioetanol kepada masyarakat rentan.



Di kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementan Momon Rusmono menyebut pihaknya memangkas anggaran 2020 sebesar Rp7,005 triliun dari total anggaran tahun ini yaitu Rp21,05 triliun menjadi Rp14,04 triliun.

Sementara, alokasi refocusing anggaran Kementan yaitu sebesar Rp2,95 triliun yang difokuskan pada pencegahan penularan wabah virus corona sebesar Rp22,11 miliar, pengamanan ketersediaan pangan sebesar Rp1,71 triliun, dan jaring pengaman sosial sebesar Rp1,21 triliun.

"Untuk realisasi anggaran per 23 April 2020 di Kementerian Pertanian sebesar 20,17 persen atau senilai Rp366,02 miliar," terangnya pada rapat kerja dengan anggota Komisi IV DPR RI.