Kementan Gelar FGD Sistem Penyuluhan Pertanian untuk Hadapi Era Industri 4.0

Liputan6.com, Jakarta Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementerian Pertanian melalui Pusat Penyuluhan Pertanian menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Penyuluhan Pertanian Menghadapi Era Industri 4.0 Mendukung Program Pembangunan Pertanian” pada hari Selasa, 10 September 2019 di Bogor.


Melalui Focus Discussion Group, diharapkan para peserta dan penyuluh dapat lebih termotivasi dalam menelaah upaya yang telah dilakukan dan pencapaiannya serta mengevaluasi kelemahan dan kekurangan untuk selanjutnya merumuskan langkah strategis serta rekomendasi kebijakan dan strategi grand design pembangunan pertanian khususnya pengembangan sistem penyuluhan pertanian untuk mendukung tercapainya Indonesia sebagai Lumbung Pangan Dunia 2045 dan mendukung eksport komoditas pertanian.


Kegiatan FGD dibuka oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian, Dr. Ir. Momon Rusmono, MS. dan dihadiri Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian, Prof. Dr. Ir. Dedi Nursyamsi, M.Agr dan Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, Dr. Ir Leli Nuryati, M.Sc.


Dalam arahannya, Momon Rusmono menekankan bahwa penyuluhan selama 10 tahun telah mengalami masa yang luar biasa semenjak terbitnya UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dimana yang sebelumnya ada wadah kelembagaan penyuluhan namun saat ini sudah tidak ada, namun semua harus disikapi dengan memperkuat kelembagaan dari provinsi, kabupaten/kota, kecamatan dan desa.


"Bantuan harus dikurangi tetapi pemberdayaan ditingkatkan. Penyuluhan yang paling efektif adalah dari kita oleh kita dan untuk kita," ujar Momon Rusmono dalam keterangan tertulisnya.


Momon Rusmono juga mengingatkan tantangan penyuluhan ke depannya di antaranya adalah bagaimana menghasilkan produksi yang hebat dan berdaya saing menuju 4.0. Mengikuti perkembangan IT, memahami dan menguasai IT, perkembangan iptek dan teknologi serta modernisasi pertanian.


Kegiatan FGD diikuti oleh 90 orang peserta yang terdiri dari unsur-unsur birokrat, akademisi, praktisi, fungsional dibidang pertanian (dosen, widyaiswara dan penyuluh) serta petani.


BPPSDMP Komitmen Siapkan SDM Profesional


Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian berkomitmen untuk menyiapkan SDM Pertanian yang professional, mandiri dan berdaya saing. Beberapa upaya ditempuh mencakup bidang pendidikan, pelatihan dan penyuluhan. Dari sisi penyuluhan ditempuh dengan penguatan sistem penyelenggaraan penyuluhan pertanian mendukung peningkatan produksi dan daya saing pertanian.


Di era keterbukaan informasi pada industri 4.0 ini, sistem informasi dan mekanisasi pertanian modern menjadi sarana yang sangat dibutuhkan. Untuk itu perlu didukung dengan pengembangan sistem informasi (ICT, IoT, artificial intelligent) dan mekanisasi pertanian yang modern dan kekinian.


Tentu saja, perlu diimbangi dengan peningkatan kuantitas dan kualitas berupa kompetensi dan kemampuan SDM pertanian baik soft skill maupun hard skill dalam penguasaan IT dan IPTEK serta perubahan mindset yang lebih fleksibel terhadap perubahan selaras dengan visi Kementerian Pertanian dalam meningkatkan produksi dan daya saing pertanian berorientasi ekspor serta mewujudkan Indonesia sebagai Lumbung Pangan Dunia 2045.


Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementerian Pertanian terus berupaya melakukan pengembangan SDM Pertanian dan pengembangan berbagai sumber informasi serta materi penyuluhan pertanian yang diperuntukan untuk penyebaran informasi baik secara internal maupun eksternal.


Hal ini maksud untuk memberikan layanan terhadap informasi secara tepat, cepat dan akurat serta kekinian. Berbagai layanan penyedia informasi, materi dan database telah dikembangkan oleh Pusat Penyuluhan Pertanian, baik dalam bentuk media cetak maupun elektronik yang terkoneksi dengan internet, seperti website cyber extension dan aplikasi sistem informasi penyuluhan pertanian (simluhtan).


Selanjutnya aspek-aspek lainnya meliputi kelembagaan, ketenagaan, sarana dan prasarana penyuluhan pertanian juga dituntut untuk dapat menyesuaikan seiring dengan era digitalisasi saat ini.


(liputan6.com)