Kementan Distribusikan Bantuan ke Korban Tsunami Banten dan Lampung

JAKARTA - Bencana tsunami yang melanda Banten dan Lampung menjadi keprihatinan seluruh kalangan. Termasuk Kementerian Pertanian (Kementan) yang langsung bergerak cepat mendistribusikan bantuan kepada para korban tsunami Selat Sunda di Banten dan Lampung.

 

Melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementan, pada akhir pekan ini, di Kabupaten Pandeglang, Kecamatan Cinangka dan Desa Bulakan, Serang, Balitbangtan Kementan menyerahkan bantuan pakaian, alat sholat, beras, bahan makanan cepat saji, telur, obat, sandal jepit serta air mineral.

 

"Segera setelah bencana, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Banten kami jadikan posko untuk menampung sumbangan karyawan dan karyawati maupun masyarakat," ujar Sekretaris Jenderal Kementan Syukur Iswantoro dalam siaran pers, Minggu (30/12/2018).

Syukur mengatakan, tim BPTP Kementan juga menyediakan posko bencana alam seperti yang diimbau Bupati Pandeglang Irma Narulita.

Bantuan yang telah diberikan di posko bencana alam Pandeglang yaitu masker N95, jas hujan, sarung tangan panjang, sepatu boot, lampu darurat. Bantuan langsung diserahkan oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementan Agung Hendriadi.

 

Sedangkan untuk korban bencana tsunami Selat Sunda di Lampung, Syukur mengungkapkan, bantuan diserahkan ke Kabupaten Lampung Selatan oleh tim BPTP Kementan Lampung.

 

Sambung dia menyebutkan, bantuan dari Kementan langsung diterima oleh PLT Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto.

 

"Kami akan terus pantau perkembangan informasi dari teman-teman di lapangan. Untuk mengetahui kebutuhan apa yang menjadi prioritas agar bantuan disalurkan maksimal dirasakan manfaatnya," ucapnya.

 

Gelombang tsunami di sekitar Selat Sunda diduga sementara akibat runtuhan material Gunung Anak Krakatau seluas 64 hektare. Runtuhan itu memicu terjadinya longsor bawah laut sehingga menimbulkan tsunami.

 

Kondisi air bertambah tinggi sebab sedang terjadi fenomena gelombang tinggi. Masa tanggap darurat di Banten ditetapkan selama 14 hari, sedangkan di Lampung diberlakukan 7 hari.

 

(Ekbis.sindonews.com)