Kementan Fokus Kembangkan Industri Gula di Seram Barat

Saat ini Kementerian Pertanian (Kementan) tengah fokus mengembangkan investasi pembangunan industri gula di Indonesia dalam rangka mencapai swasembada gula.

 

Untuk mencapai target swasembada tersebut Kementan melakukan berbagai upaya salah satunya dengan pengembangan pembangunan pabrik gula baru yang ditandai dengan dilakukannya penandatangan nota kesepahaman (MoU) hari ini, Selasa (10/7) antara PT. Hermes Seram Indonesia (HSI) dengan Bupati Seram Bagian Barat,M Yasin Payapo terkait Investasi Pabrik Gula yang akan dibangun di Kabupaten Seram Barat yang di saksikan oleh Sekretaris Jenderal Kementan, Syukur Iwantoro selaku Ketua Tim Upaya Khusus (Upsus) Percepatan Investasi Industri Gula, Sapi dan Jagung.

 

Pada kesempatan tersebut Syukur Iwantoro mengatakan bahwa potensi sumber daya alam Seram Bagian Barat masih tersimpan rapi, sehingga sangat berpotensi untuk mengembangkan investasi melalui pembangunan pabrik gula, mengingat kebutuhan gula yang cukup besar di Indonesia sehingga dapat menjadi peluang bagi investor yang ingin menggarap pasar dalam negeri.

 

“PT. Hermes Seram Indonesia akan membangun pabrik gula di atas lahan seluas 25.000 hektare dengan kapasitas awal sebesar 10.000 Tone Cane PerDay (TCD), “ jelas Syukur.

 

Dalam pelaksanaan MoU tersebut, Kementerian Pertanian melalui satuan tugas kemudahan berusaha di bidang pertanian bertindak memfasilitasi para investor untuk dapat merealisasikan rencana pembangunan pabrik gula, mulai dari penyiapan lahan hingga menjalin komunikasi dengan pemangku kepentingan daerah.

 

Saat ini Kementan tengah menargetkan Indonesia akan swasembada gula konsumsi pada 2019 dan gula industri pada 2025.

 

Target tersebut ditetapkan oleh pemerintah tidak semata-mata untuk mewujudkan kedaulatan pangan, tapi juga untuk mensejahterakan petani.

 

Bentuk keseriusan pemerintah dalam pengembangan industri gula di Indonesia salah satunya dengan melibatkan 17 Investor untuk membangun pabrik gula baru yang ditargetkan terealisasi seacaa bertahap sejak tahun 2017.

 

Nilai invetasi pembangunan pabrik gula tersebut diperkirakan sebesar 41,44 Triliun, Dari 17 pabrik gula yang akan dikembangkan, 5 pabrik gula sudah beroperasi, 3 pabrik gula sedang dalam proses pembangunan, sisanya sedang dalam proses penyelesaian perizinan terutama terkait dengan lahan.

 

Pembangunan Industri gula ini diharapkan dapat menyerap tenaga kerja langsung sebanyak 189.650 orang dan tenaga kerja tidak langsung sebanyak 284.475 orang, selain itu juga dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitar pabrik gula tersebut.

 

Untuk mengembangkan 17 industri gula ini dibutuhkan 604.000 ha lahan. Dengan pengembangan tersebut diperkirakan akan menambah produksi gula sebesar 2.352.000 ton.

 

Dalam kesempatan tersebut Direktur Hermes Sugar Indonesia, Parekat Vynat Shivanand mengatakan bahwa selain mengembangkan pabrik gula, PT. Hermes Seram Indonesia juga akan serius memajukan Kabupaten Seram Bagian Barat secara ramah lingkungan dengan membangun pembangkit listrik Co – Generation 25 MW dan dengan didukung 25.000 hektar lahan yang bisa diusahakan untuk perkebunan.

 

“Nantinya kita juga akan menggunakan green energy, memanfaatkan limbah tebu sehingga mendukung zero waste, “ ujar Shivanand.

 

Lebih lanjut Shivanand mengatakan bahwa lokasi pabrik di Seram Bagian Barat yang berada di kepulauan, tidak menjadi hambatan bagi investor untuk membangun pabrik gula. Mengingat Indonesia juga merupakan pasar gula yang sangat luas.

 

“Menurut target yang sudah dibuat perencanaannya, pembangunan pabrik diperkirakan akan selesai sekitar 18 bulan. Setelah pembangunan berjalan 6-7 bulan lahan tebu akan mulai ditanami. Sehingga saat pabrik selesai bisa segera melakukan aktifitas produksi, “ jelas Shivanand.

 

Untuk percepatan realisasi investasi, Bupati Seram Bagian Barat, M. Yasin Payapo selaku kepala daerah, akan memberikan kemudahan-kemudahan. Kerjasama antara investor dengan Pemkab Seram Bagian Barat ini juga harus memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak. Terutama meningkatkan kesejahteraan penduduk setempat.

 

"Keluarga miskin di Seram Bagian Barat masih 21 ribu jiwa. Dalam waktu dekat secara perlahan akan bisa dikeluarkan salah satunya dengan mengundang investor menjalankan kegiatan usaha," tutup Yasin.

 

(Pertanian.go.id)