Kemtan Targetkan 1 Juta Hektare Sawah Terdaftar Dalam Program Asuransi Pertanian

Tahun ini, Kementerian Pertanian (Kemtan) kembali menargetkan 1 juta hektare (ha) sawah terdaftar dalam program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).

 

 

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kemtan, Pending Dadih Permana mengatakan, target yang ditetapkan tidak berbeda dengan tahun sebelumnya. Hal ini dikarenakan 1 juta ha sudah bisa mencakup wilayah yang sering terkena banjir, kekeringan serta serangan organisme pengganggu tanaman (OPT).

 

“Belum ada penambahan karena yang berdampak juga tidak mencapai 1 juta ha,” ujar Pending.

 

Pending mengatakan, sampai saat ini petani masih dalam proses pendaftaran asuransi. Menurutnya, belum ada petani yang sudah mengajukan klaim. Dia pun mengatakan, Kemtan sudah menyiapkan dana dari APBN sekitar Rp 180 miliar untuk asuransi pertanian ini.

 

Selain AUTP, ada pula Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS). Pending mengatakan, tahun ini kementerian pertanian menargetkan sapi atau kerbau yang terdaftar sebanyak 120.000 ekor. Hingga saat ini sosialisasi AUTP dan AUTS masih terus dilakukan.

 

Menurut Pending, Kementerian Pertanian pun tengah mengkaji adanya asuransi pertanian untuk bawang merah dan cabai. Hingga saat ini kementerian bersama akademisi, peneliti dan praktisi asuransi pun masih menghitung indeks risiko sebelum menetapkan asuransi untuk bawang merah dan cabai.

 

Adanya asuransi pertanian ini menurutnya merupakan upaya perlindungan kepada petani seperti tercantum dalam UU No 19 tahun 2013 tentang perlindungan dan pemberdayaan petani. Namun, dia bilang, negara lain kerap menuduh Indonesia melakukan subsidi pada komoditas pertaniannya.

 

Sebagai informasi, tahun 2017 realisasi AUTP sebesar 997.960,53 ha dari target 1 juta ha dengan klaim sebesar Rp 101.676.426. Sementara realisasi AUTS sebesar 91.831 ekor indukan sapi, dari target 120.000 ekor, dengan klaim AUTS sebanyak Rp 9.902.135.

 

(Kontan)