Kementan Klaim Januari-Maret 2018 Indonesia Surplus Beras

Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) Agung Hendriadi mengklaim ketersediaan beras nasional di tiga bulan awal 2018 dalam kondisi yang aman.

 

 

Agung berujar, berdasarkan data Kementan dari proyeksi luas panen bulan Januari hingga Maret 2018, diprediksi ketersediaan beras nasional dalam batas aman bahkan mengalami surplus beras.

 

"Ketersediaan beras nasional selama Januari 2,8 juta ton, Februari 5,4 juta ton dan 7,4 juta ton Maret," ujar Agung melalui keterangan resmi, Kamis (25/1/2018).

 

Menurutnya, jika dilihat dari angka konsumsi beras sebesar 2,5 juta ton, maka, selama tiga bulan kedepan Indonesia mengalami surplus beras.

 

"Dengan angka konsumsi beras perbulan 2,5 juta ton, dapat dipastikan tiga bulan ke depan kita mengalami surplus beras,” jelas Agung.

 

Agung menguraikan, surplus beras pada bulan Januari sebesar 329.000 ton, Februari 2,9 juta ton, dan Maret 4,97 juta ton.

 

"Angka tersebut diperoleh berdasarkan proyeksi luas panen selama Januari-Maret 2018 secara berturut-turut," ungkap Agung.


Menurutnya, pada bulan Januari ini telah ada 854.000 hektar sawah yang sudah panen, kemudian pada Februari mendatang akan ada 1,6 juta hektar sawah yang akan panen, dan Maret 2,25 juta hektar sawah yang panen raya.

 

Dari sisi strategi, Agung menjelaskan, salah satu strategi Kementerian Pertanian dalam menjaga dan meningkatkan produksi padi adalah, tidak mengggunakan lagi pola tanam padi yang lama.

 

Akan tetapi, menjaga pola tanam di angka aman minimal 1 juta hektar padi per bulan sepanjang tahun, sehingga tidak terjadi paceklik.

 

"Insya Allah, dengan dukungan alat mesin pertanian dan perbaikan irigasi produksi padi akan selalu terjaga” tambahnya.

 

Selain itu, menurut Agung, dalam menjaga ketersediaan dan kebijakan stabilisasi harga pangan, pihaknya tidak bisa bekerja sendiri, dibutuhkan sinergi dan komitmen semua pihak untuk bahu membahu meningkatkan produksi pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani.

 

"Yang tidak kalah penting dalam distribusi pangan adalah, perlunya dukungan dan pengawalan oleh satgas pangan," papar Agung.

 

(Kompas)